Kebiasaan Buang Mobil Mewah di Timur Tengah

Qatar - Timur Tengah yang kaya minyak membuat warganya ikut makmur. Warga di sana pun terkenal tak segan membuang mobil di jalanan begitu saja, begitu mobilnya sudah tak layak lagi dipakai menurut ukuran mereka.
Padahal mungkin bagi beberapa orang, mobil tersebut masih sangat bagus dan bisa dimanfaatkan.
Tengok saja seperti dikutip dari dari crankandpiston, Kamis (22/4/2010) pemilik Jaguar XJ220 ini rela meninggalkan begitu saja sedan sport tersebut di sebuah gurun di Qatar. Entah apa yang terbesit di benak pemilik Jaguar XJ220 satu ini.
Kondisi Jaguar XJ220 sangat memilukan hingga warnanya pun kusam tidak ada yang menjemputnya, dibiarkan begitu saja. Padahal odometernya masih menunjukkan angka 900 km. Wow sebuah mobil tak bertuan.
Padahal Jaguar XJ220 bisa dibilang bukan sembarang mobil. Jaguar XJ220 yang merupakan mobil sport yang dikembangkan oleh Jaguar bersama Tom Walkinshaw Racing, dimana pertama kali dipamerkan pada tahun 1988 sebagai mobil konsep dan
diproduksi pada 1992 sampai 1994.
Jumlah produksinya pun terbatas yakni hanya 281 unit saja dalam kurun waktu 2 tahun.
Di balik kap mesinnya, Jaguar XJ220 mengadopsi mesin berkapasitas 3,500 cc V6 twin-turbo yang bisa mengeluarkan tenaga hingga 542 Hp dengan torsi sebesar 645 Nm. Dari mesin tersebut Jaguar XJ220 bisa mencapai kecepatan maksimum hingga 220 mph dulunya. Sang pembesut juga menyiapkan mesin 6.200 cc dengan tenaga 500 Hp dengan sistem penggerak 4 roda all-wheel drive (AWD).
Kendati demikian, harga Jaguar XJ220 masih menorehkan harga yang cukup wah. Akibat modelnya yang futuristik, Jaguar XJ220 biasa memiliki nilai jual hingga
115.000 euro atau sekitar Rp 1,4 miliar.
Namun dengan segudang angka menakjubkan itu, tetap saja, Jaguar XJ220 pun dibiarkan merana di padang pasir.
April 22nd, 2010 at 12:53
Buang ke Indonesia aja!
April 22nd, 2010 at 13:51
Kalau di Jakarta?
April 22nd, 2010 at 20:41
coming soon kali.. wkwkwkwkwk
kalo di Indonesia mah masi dipakai atuuuh….
sayang kalau dibuang, kan ada prinsip “hemat pangkal kaya..”
jadi selama masi bisa dipakai dan dimaksimalkan, yah tetap dipakai.. hahhahahahhaa
April 22nd, 2010 at 20:42
kalo buang ke Indo, menambah angka kekerasan bro.. karena banyak yang akan rebutan…
Desember 13th, 2010 at 14:41
terimakasih tas postingnya
semoga sukses selalu..
bagi sobat yang butuh tulisan seputer peternakan dapat dilihat disini…
REPOSITORY